Syair Untuk Sang Senja
Karya : Sri Hastuti R
Menantimu di ujung senja
Saat angin laut utara meniupkan kesejukanya
Aku termenung melihat di bawah langit temaram
Walau kian sunyi dan waktuku tak begitu lama
Aku tetap terpikat olehmu cinta
Maha cinta engkau tuhan
Menciptakan semesta yang telah semestinya indah
Begitu rupawan, dan menakjubkan
Dan aku tetap di sini menanti dalam doa
Dalam hening aku berkata
Hari dimana aku tak mampu lagi menatapmu
Cinta yang aku rindukan
Hanyalah Engkau Sang Maha Pencipta Keindahan
Sebuah alasan aku tetap di sini
Karna aku jatuh hati pada SenjaMu Tuhan
Dan... Untuk seseorang yang kucinta.....
Menantimu Dalam Doa
Karya : Sri Hastuti R
Pernahkah kau berpikir tentang rasa?
Ya...rasa memanglah sesuatu yang unik
Begitu pula cinta...
Sebuah rasa yang sewajarnya
Dimiliki oleh setiap manusia di semesta
Pernahkah tertaut dibenakmu sebuah penantian?
Meski sangatlah lama namun yakinlah
Sang Maha Cinta selalu ada untukmu
Setiap detik hela nafas, aliran darah
Bahkan tiap kedipan mata,Tuhan selalu ada
Siapakah Sang Pemilik Alam Semesta?
Dialah Allah SWT Sang Maha Sempurna
Dikala kau menanti cinta
Apa yang kau harapkan?
Sebuah arti pertalian jodohkah?
Ingatkah setiap makhluk di semesta
Selalu berjodoh satu sama lain
Bersabarlah dalam sebuah penantian
Karna Tuhan Sang Pemilik SegalaNya
Dan tentang kapan waktu kita?
Tak akan ada yang menduga
Dandelion
Karya : Sri Hastuti R
Kau kugenggam
namun kau tak bisa kumiliki
Sebab tiap kali aku mengejarmu
Kau selalu terhempas
Mengikuti arah angin menerpamu
Kau sungguh unik dan berbeda
Kau berbunga namun kau selalu terbang
Kala angin menghembusmu
Tertiup angin terbang melayang
Mengikuti arusnya meniupkanmu
Saat kau terjatuh ke tanah
Kau pun tumbuh kembali
Seperti sediakala
Ketika kau berbunga angin pun
Siap sedia meniupkan benih-benihmu
Kesegala arah ia berjalan
Seakan berjalan bebas di udara
Sungguh indah kau dandelion
Yang saat kusentuh selalu berhambur
Tertiup angin yang membawa jalanmu
Menuju kehidupan selanjutnya
Dan sekali lagi
Saat kau terjatuh ke tanah
Kau pun mulai tumbuh
Sebagaimana mestinya
Kau dandelion tak bisa kugenggam
Namun selalu ada dalam pandangan
Ceritaku untukmu Kawan
Karya : Sri Hastuti R
Kau hadir dalam hidupku
Menguatkanku ketika terjatuh
Sepenggal kisah lalu untukmu
Pertemuan pertama kita
Kau menyapaku dengan Hello?
Lalu ku jawab Hai..
Itu mungkin singkat namun berkesan
Kau dan aku pun mulai akrab
Kita bercerita tentang banyak hal
Yang terkadang membuat kita
Lupa akan waktu
Kau pribadi yang periang
Dan aku yang agak pemalu ini
Mulai terbiasa denganmu kawan
Bersenda gurau tentang sesuatu hal
Melupakan sesuatu yang menyedihkan
Namun seiring berjalannya waktu
Kau memutuskan untuk pergi jauh
Meninggalkan kenangan
Masa lampau....
Menantimu di ujung senja
Saat angin laut utara meniupkan kesejukanya
Aku termenung melihat di bawah langit temaram
Walau kian sunyi dan waktuku tak begitu lama
Aku tetap terpikat olehmu cinta
Maha cinta engkau tuhan
Menciptakan semesta yang telah semestinya indah
Begitu rupawan, dan menakjubkan
Dan aku tetap di sini menanti dalam doa
Dalam hening aku berkata
Hari dimana aku tak mampu lagi menatapmu
Cinta yang aku rindukan
Hanyalah Engkau Sang Maha Pencipta Keindahan
Sebuah alasan aku tetap di sini
Karna aku jatuh hati pada SenjaMu Tuhan
Dan... Untuk seseorang yang kucinta.....
Menantimu Dalam Doa
Karya : Sri Hastuti R
Pernahkah kau berpikir tentang rasa?
Ya...rasa memanglah sesuatu yang unik
Begitu pula cinta...
Sebuah rasa yang sewajarnya
Dimiliki oleh setiap manusia di semesta
Pernahkah tertaut dibenakmu sebuah penantian?
Meski sangatlah lama namun yakinlah
Sang Maha Cinta selalu ada untukmu
Setiap detik hela nafas, aliran darah
Bahkan tiap kedipan mata,Tuhan selalu ada
Siapakah Sang Pemilik Alam Semesta?
Dialah Allah SWT Sang Maha Sempurna
Dikala kau menanti cinta
Apa yang kau harapkan?
Sebuah arti pertalian jodohkah?
Ingatkah setiap makhluk di semesta
Selalu berjodoh satu sama lain
Bersabarlah dalam sebuah penantian
Karna Tuhan Sang Pemilik SegalaNya
Dan tentang kapan waktu kita?
Tak akan ada yang menduga
Dandelion
Karya : Sri Hastuti R
Kau kugenggam
namun kau tak bisa kumiliki
Sebab tiap kali aku mengejarmu
Kau selalu terhempas
Mengikuti arah angin menerpamu
Kau sungguh unik dan berbeda
Kau berbunga namun kau selalu terbang
Kala angin menghembusmu
Tertiup angin terbang melayang
Mengikuti arusnya meniupkanmu
Saat kau terjatuh ke tanah
Kau pun tumbuh kembali
Seperti sediakala
Ketika kau berbunga angin pun
Siap sedia meniupkan benih-benihmu
Kesegala arah ia berjalan
Seakan berjalan bebas di udara
Sungguh indah kau dandelion
Yang saat kusentuh selalu berhambur
Tertiup angin yang membawa jalanmu
Menuju kehidupan selanjutnya
Dan sekali lagi
Saat kau terjatuh ke tanah
Kau pun mulai tumbuh
Sebagaimana mestinya
Kau dandelion tak bisa kugenggam
Namun selalu ada dalam pandangan
Ceritaku untukmu Kawan
Karya : Sri Hastuti R
Kau hadir dalam hidupku
Menguatkanku ketika terjatuh
Sepenggal kisah lalu untukmu
Pertemuan pertama kita
Kau menyapaku dengan Hello?
Lalu ku jawab Hai..
Itu mungkin singkat namun berkesan
Kau dan aku pun mulai akrab
Kita bercerita tentang banyak hal
Yang terkadang membuat kita
Lupa akan waktu
Kau pribadi yang periang
Dan aku yang agak pemalu ini
Mulai terbiasa denganmu kawan
Bersenda gurau tentang sesuatu hal
Melupakan sesuatu yang menyedihkan
Namun seiring berjalannya waktu
Kau memutuskan untuk pergi jauh
Meninggalkan kenangan
Masa lampau....
Isyarat Semesta Yang Dirindukan
Apa kabar semesta?
Apakah engkau baik-baik saja?
Sudah lama kami merindukanmu,
Ingin rasanya melihatmu sehat seperti sedia kala.
Kapan ini semua berakhir?
Apakah ini alasan, agar kami lebih mengerti engkau? Kurasa benar adanya.
Semesta kau bergejolak, semesta kau tak lagi ramah....
Semesta kau sedang dirundung kegalauan
Semesta apakah kau marah kepada kami manusia?
Ya! Mungkin ini suatu isyarat darimu.....
Agar kami lebih bijak! Lebih peduli! Lebih tahu!
Apapun yang seharusnya kami lakukan
Bukan sebagai perusak!
Namun sebagai penjagamu...
Dalam benak kami, selalu ada penyesalan
Di akhir cerita....
Kami berdoa kepada Sang PemilikMu
Sang Maha Pencipta, Tuhan kami memohon...
Beri kami kesempatan untuk berbenah diri
Melalui ujianmu, kami yakin ini adalah isyarat
DariMu agar kami "manusia"
Untuk selalu peduli terhadap ciptaanMu
Dan selalu berusaha dalam berbenah diri
Karna kami merindukanmu, semesta........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar